Selama setahun terakhir, siswa kelas 2 SD Islam Budi Unggul (SD IBU) di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang terpaksa belajar menumpang di gedung Balai Rakyat karena kekurangan ruang kelas. Kini, satu ruang kelas baru memberi harapan bagi anak-anak dari keluarga duafa agar bisa belajar di ruang yang layak dan satu kawasan sekolah.

SD IBU dikenal sebagai sekolah yang memberikan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga marjinal di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten. Namun keterbatasan ruang kelas sempat menjadi masalah serius.
Sekolah ini memiliki tujuh rombongan belajar, sementara ruang kelas yang tersedia sebelumnya hanya enam ruangan. Kondisi itu membuat satu kelas tidak tertampung.
Selama satu tahun terakhir, siswa kelas 2 terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ruang Balai Rakyat, yang lokasinya tidak berada satu area dengan kelas lainnya.
Bagi anak-anak usia sekolah dasar, kondisi tersebut mempengaruhi kenyamanan dan fokus belajar. Guru pun harus menyesuaikan pola pengajaran di tengah keterbatasan ruang.
Satu Ruang Kelas, Banyak Perubahan
Melihat kondisi tersebut, YBM Brilian memberikan dukungan berupa pembangunan satu ruang kelas baru di SD IBU. Bantuan diberikan dalam bentuk pendanaan, sementara proses pembangunan melibatkan masyarakat setempat.
Ruang kelas baru ini diresmikan pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di lapangan SD IBU, Kampung Sebe Karamat, Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo. Ruangan dicat dominan biru dengan aksen oranye, memberi suasana baru bagi lingkungan sekolah.
Di tengah masih banyaknya sekolah dengan keterbatasan fasilitas, tambahan satu ruang kelas menjadi perubahan besar bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga marjinal.
Ketua LPPSDM Bina Putera Utama, Akhmad Supriyatna, menyampaikan bahwa bantuan tersebut memperkuat komitmen sekolah dalam melayani masyarakat yang selama ini kurang terjangkau pendidikan formal.“Bantuan ini menguatkan kami untuk terus memberikan layanan pendidikan yang baik kepada masyarakat yang kurang terlayani,” ujarnya.
Harapan untuk Anak-anak Duafa
GM YBM Brilian, Dwi Iqbal Noviawan, mengatakan dukungan ini diberikan agar masyarakat, khususnya kaum duafa, mendapatkan layanan pendidikan yang diharapkan dapat mengubah kehidupan mereka. “Semoga bantuan ini memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Acara peresmian diawali dengan penampilan seni siswa SD IBU, dilanjutkan sambutan dari pengelola sekolah dan YBM Brilian, serta peresmian secara simbolis. Hadir pula dalam kegiatan tersebut pengawas SD Kecamatan Kopo, Siti Mariam, dan penilik PNF Kecamatan Kopo, Erwis WS, bersama tokoh masyarkat, guru serta perwakilan orang tua siswa.
Bagi anak-anak SD IBU, ruang kelas baru ini bukan sekadar bangunan. Ia menjadi tempat belajar yang lebih tenang, ruang tumbuh yang lebih manusiawi, dan simbol bahwa pendidikan masih bisa berpihak pada mereka yang hidup dalam keterbatasan. #

