Pertemuan dengan Orang Tua Siswa Baru

Pertemuan dengan orang tua siswa merupakan hal penting untuk menyamakan persepsi soal pendidikan anak.

Bersekolah bukan hanya melepas siswa di sekolah. Tetapi memastikan bahwa siswa belajar kebaikan untuk kehidupan. Prinsip inilah yang menjadi pegangan SD Islam Budi Unggul (SD Ibu) dalam menjalankan pendidikan di sekolah.  Atas dasar itulah, maka hal pertama yang dilakukan dalam menjalani pendidikan bagi anak-anak adalah melalui pertemuan dengan orang tua siswa. Dalam pertemuan dengan orang tua, dijelaskan mengenai apa dan bagaimana kehidupan di sekolah dan apa manfaatnya bagi anak dan apa saja yang menjadi peran orang tua.

Dalam pertemuan ini Akhmad Supriyatna, ketua lembaga LPPSDM Bina Putera Utama, selaku penyelenggara sekolah, menjelaskan tentang apa dan bagaimana SD Ibu dan bagaimana belajar di SD Ibu. Yang paling utama harus dipahami adalah bahwa dalam pendidikan, keluarga dan sekolah harus memiliki pemahaman yang sama tentang praktik pendidikan. Apa yang dilakukan di sekolah, harus didukung di rumah. Demikian pula apa yang diharapkan di rumah harus didukung oleh sekolah. Etika yang dikuatkan di sekolah, harus diterapkan secara konsisten di rumah.

Hal lain yang tak kalah penting menjadi bahasan adalah mengenai apa yang dipelajari. SD Ibu tidak memaksakan belajar baca-tulis-hitung  secara klasikal di kelas dengan buku-buku. SD Ibu akan menerapkan pembelajaran sambil bermain dengan mengutamakan penguatan karakter. “Kami tidak ingin merenggut masa kanak-kanak yang gembira sehingga mereka kehilangan masa itu. Kami akan memberikan layanan belajar yang alamiah,” ungkap Supriyatna.

Ada juga persoalan yang didiskusikan yakni soal “jajan”. SD Ibu memegang prinsip bahwa makanan anak harus sehat. Oleh karena itu, di sekolah harus tersedia  makanan jajanan yang sehat. Ke depan, sekolah akan memiliki unit khusus yang mengelola Kantin Sehat Sekolah. Kantin sehat ini akan menyediakan sendiri makanan sehat dan mencegah makanan berpotensi membahayakan dalam jangka panjang. Anak-anak selama ini suka makanan yang gurih, manis, dan segar. Makanan itu biasanya dipasok oleh makanan yang memiliki pengawet dan bahan tambahan seperti pemanis, dan perasa. Nah, hal inilah yang akan menjadi fokus Unit Kantin Sehat untuk mencegah makanan berbahaya.

Di akhir, Supriyatna menegaskan bahwa memilih sekolah adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan anak dan keluarga. Oleh karena itu, memilih sekolah tidak bisa dipaksa. Kuncinya adalah kepercayaan orang tua kepada sekolah. “Jika ragu sebaiknya tidak,” demikian Supriyatna menutup kegiatan. /as

Leave a Reply